9 Tahun Tanpa Perubahan, Kawasaki Z1000 Sugomi Tetap Sangar!

Kawasaki Ninja 1000 resmi meluncur di Indonesia pada tahun 2013 silam. Setahun setelahnya, atau tepatnya di tahun 2014 PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) merilis versi naked dari Ninja 1000, yakni Z1000 Sugomi.

Ketika itu Kawasak Z1000 ditawarkan dalam dua pilihan warna, hijau dan oranye. Mengusung tampilan supernaked bike agresif, Z1000 warna hijau dijual Rp 272 juta dan oranye Rp Rp 270 juta on the road Jakarta.

Desain dan garis lekuk yang tampak berbeda dari model sport super naked kebanyakan, memberi atmosfir berbeda pada debut otomotif roda dua di Indonesia kala itu.

Tampilan Agresif Sugomi
Tampilan agresif Z1000 diekspresikan dalam bahasa Jepang dengan nama Sugomi, yang artinya energi atau aura yang besar yang dihasilkan dari sebuah objek yang dapat dirasakan kehebatannya oleh orang lain.

Aura Sugomi dapat dilihat dari sang predator yang sedang siap menerkam mangsanya, matanya tertuju fokus, badannya merunduk ke bawah, otot bersiap dalam antisipasi.

Headlamp cowl diposisikan serendah mungkin, memperpanjang garis yang mengalir turun dari atas tangki untuk menciptakan kesan pundak predator berotot yang sedang merunduk dan memposisikan kepala di bawah.

Bodywork-nya sangat cocok dengan engine dan rangka, memperkuat bentuk dinamis yang kental. Massa terkonsentrasi di bagian depan. Dikotomi menciptakan desain yang dinamis, dengan semua garis ditarik ke depan.

9 Tahun Tanpa Perubahan
Sejak diluncurkan di Indonesia tahun 2014, sampai saat ini desain Z1000 tetap sama. Artinya hingga 9 tahun lamanya Kawasaki tidak melakukan perubahan radikal pada Z1000. Konsep crouching dari model 2013 tetap dipertahankan hingga kini.

Yang berubah hanyalah penyegaran warna, dan tentu saja harganya yang kini meroket jauh daripada pertama kali diluncurkan. Kawasaki Z1000 Sugomi di tahun 2013 dijual dengan harga Rp 374.400.000.

Tidak hanya sektor headlamp dan buritan saja yang terlihat bengis, tapi tangki berdesain lebih radikal. Setidaknya 17 liter bahan bakar mampu ditampung oleh desain tangkinya.

Mesin
Kawasaki Z1000 Sugomi tetap mengusung mesin berkapasitas 1.043 cc In-Line Four, pendingin cair, DOHC, 16-katup, dengan transmisi 6-percepatan. Detak mekanisnya sanggup menyeburkan tenaga 142 hp dengan torsi 111 Nm.

Moge ini dilengkapi tiga mode KTRC, yakni,supersport (kencang), semi (sedang) dan pilihan mode untuk trek basah atau licin.

Penyetelan mesin berfokus pada torsi yang kuat dan hit jarak menengah dilengkapi dengan throttle yang responsif. Intake yang menciptakan auditory note – dirancang khusus agar akselerasi dapat dinikmati secara fisik dan juga aura – merupakan komponen kunci dari kegembiraan riding di jalanan, yang ditawarkan oleh Z1000.

Suspensi dan Pengereman
Teknologi kopling yang terinspirasi oleh balap menawarkan fungsi back-torque limiting serta rasa ringan pada tuasnya.

Handling yang tanggap dari Z1000 sebagian besar tercipta berkat suspensi depannya. Menggabungkan konsep-konsep SFF dan BPF Showa, fork next-generation ini menawarkan kenyamanan dan potensi sport yang ideal untuk riding di jalanan.

Seperti halnya BPF, smooth action dari bagian awal stroke berkontribusi pada ketenangan yang mumpuni saat pengereman. Mampu mengakomodasi beban pengereman yang berat, pengaturannya memfasilitasi pengendaraan yang sporiy dan berkontribusi pada penanganan yang lebih direct.

Kawasaki Z1000 memiliki paket rem high-performance, yaitu triple petal disc, radial-mount monobloc calliper, dan radial-pump front brake master. Kaliper monobloc dan material brake pad berkontribusi pada gigitan awal yang kuat dan daya henti yang baik.

Tidak Termakan Zaman
Posisi riding yang merunduk ke depan dengan bagian belakang ke atas, menciptakan postur yang agresif, ditambah tatapan seperti predator yang seolah siap menerkam, serta berotot membuat motor ini tetap menjadi salah satu pilihan favorit penyuka moge naked bike.

Meski tanpa berubahan sejak 9 tahun lalu, secara desain dan tampilan, Z1000 Sugomi tetap kekinian dan tidak ketinggalan zaman. Di pasar moge bekas, motor ini terbilang laris, sama seperti sang adik Z800 yang kini sudah disuntik mati.

Nah menariknya, untuk harga bekas Z1000 tahun 2014 ternyata lebih mahal dari harga barunya di tahun yang sama. Jika saat peluncuran di 2014 lalu, banderol barunya adalah Rp 270 juta untuk warna oranye, maka versi bekasnya ditawarkan dengan harga Rp 279 juta.