Anti Mundur Mengendarai Mobil Manual di Tanjakan, Catat Jurus Ampuhnya

Mengendarai mobil bertransmisi manual memang perlu keahlian lebih dibandingkan mobil otomatik. Apalagi jika pemula, medan tanjakan bisa jadi hal paling menakutkan, jika salah mengoperasikan bisa saja mundur berbahaya bagi diri sendiri dan pengemudi lain.

Kejadian mobil manual mundur saat di tanjakan umumnya karena si pengemudi tak mampu menyelaraskan bukaan kopling dan gas. Sementara pada mobil ada gaya tarik ke belakang karena adanya beban yang dihasilkan.

Buat Anda pengendara pemula mobil manual jangan lagi takut, Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI) Sony Susmana coba beberkan tips aman dan ampuhnya. Kuncinya melatih feeling bukaan kopling dan gas.

“Di tanjakan tanpa hambatan (macet) perhatikan momentum baik tanjakan curam maupun landai harus membaca kemampuan kendaraan. Harus membaca dengan kubikasi mobil sekian powernya seperti apa dan sistem manualnya seperti apa. Awalnya harus mengetahui karakter mobil baru melibas tanjakan,” kata Sony.

Sony melanjutkan, pengemudi pemula jika berkendara di tanjakan jangan terlalu cepat melepas kaki dari tuas kopling. Hal ini yang membuat mesin mobil mati. Nah biar lebih mudah, berikut adalah langkah-langkah operasional mengemudikan mobil di kondisi jalan menanjak.

Pahami Benar Karakter Mobil

Oke, ini yang pertama. Seperti penjelasan di atas hal yang paling dasar lancar berkendara di jalanan menanjak dengan mobil manual adalah memahami karakter mobil.

“Kita tahu mobil diciptakan dengan berbagai cc serta tenaga dan torsi. Perhatikan, bila mobil-mobil umum manual 1.200 sampai 1.500 artinya butuh momentum yang lebih banyak. Sementara, jika mobil 1.500 turbo atau 2.000 cc ke atas umumnya akan lebih mudah melibas tanjakan,” katanya.

Bukaan Kopling dan Gas yang Benar

Untuk mengetahui hal ini, lihat bukaan RPM di panel meter aturan raungan enjin mobil. injak gas perlahan sampai 2.000 hingga 2.500 RPM.

Lepas pedal kopling perlahan, pertahankan jangan sampai mesin mati. Caranya bisa sambil tambah tekanan gas.

“Ini bicara operasional, kita harus mempertahankan RPM. Jangan biasakan mengikuti mobil di depan tidak jaga jarak. Ketika mau jalan (di tanjakan) injak kopling masuk gigi 1 kemudian lepas kopling perlahan dan ketika RPM sudah mulai turun dan mobil sudah bergerak lepas pedal rem pindahkan kaki kanan ke pedal gas sembari lepas kopling pelan-pelan,” katanya.

Jaga Jarak 2 Kendaraan

Ketika berkendara, hilangkan karakter tak mau mengalah atau egois. Biasanya, kata Sony, karena takut disalip pengemudi menghiraukan jarak aman berkendara.

Di tanjakan, jarak ideal aman dengan pengendara di depan adalah 2 meter atau bisa juga mengukur 2 kendaraan (mobil). Ini penting supaya kita punya ruang jaga-jaga kendaran di depan mundur.

“Jangan membiasakan mengikuti mobil di depannya. Kasih jarak 2 mobil dia lalu berhenti dan jalan. Kita harus mempertimbangkan jika mobil di depan melorot, juga harus pertimbangkan ruang escape jika terjadi keadaan darurat.”

Ganti Gigi

Kasus lain ketika melibas tanjakan tapi napas mobil terasa sudah habis. Menurut Sony hal yang paling benar adalah tetap mempertahankan di posisi gigi 1. Namun pahami teknik yang benar agar tidak kehilangan tenaga.

“Jika tanjakan belum habis terus pertahankan gigi 1 saja di 2.500 RPM itu tidak apa-apa. Jangan di gas sampai RPM 3.000 hingga 4.000 RPM otomatis mesin akan minta ganti gigi,” ungkapnya.

Tapi ketika memang jika kondisi mobil sudah meminta ganti gigi, lakukanlah pergantian transmisi dengan benar. Caranya dengan menginjak gas sedikit lebih dalam lagi, baru lakukan langkah perpindahan gigi. Dengan menambah gas tadi, merupakan metode agar akselerasi tetap terjaga saat momentum perpindahan gigi.