Antisipasi Tiba-tiba Kendaraan Mogok di Jalan, Perlukah Simpan Busi Cadangan?

Mogok di jalan sebenarnya sudah menjadi risiko setiap pengguna kendaraan. Memang tidak bisa diramalkan, namun setidaknya selalu bisa dicegah dengan perawatan memadai.

Salah satu problem yang sering dilihat duluan ketika kendaraan mogok ialah busi. Part kecil dari sistem pengapian ini seringkali ‘difitnah’ karena dianggap sebagai gejala awal kerusakan. Bahkan tidak jarang, busi langsung diganti. Ketika mesin sudah bisa menyala, dianggap masalah selesai. Padahal pokok penyakit tidak berhenti sampai di situ.

Tapi, sebagai sebuah langkah preventif, masih perlukah menyimpan busi cadangan bila sewaktu-waktu mogok di jalan?

Percuma Saja
“Useless bangetlah sebetulnya. Karena mesin yang sebenarnya bermasalah. Yang perlu diubah mindset-nya adalah perbaikin mesinnya, busi bakal sehat,” tegas Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia, saat ditemui Otosia dalam acara coaching clinic kepada awak media di Tangerang Selatan, Sabtu (24/12/2022).

Diko menyimpulkan, sebenarnya terdapat pola yang salah dalam melirik titik masalah kendaraan dari sudut pandangnya sebagai ahli busi NGK. Ketika terjadi kerusakan, misalkan tiba-tiba motor berhenti, pasti ada pemicu lain dari komponen mesin yang sedang sakit-sakitan, sehingga memicu kerusakan pada busi.

“Bukan businya yang harus diganti terus, biar sampai kapan pun mesin akan trouble. Tapi kalau mesin sehat, ya busi ngikut sehat. Busi itu bakalan lama diganti kalau mesin sehat,” ujarnya.

Penyebab Kerusakan Busi
Walaupun ada indikasi kerusakan pada konstruksi engine kendaraan, tidak bisa dibantah busi akan tetap terlibat. Istilah kata ‘seekor kerbau berkubang, semua kena lulutnya’, artinya satu bermasalah semua bisa kena imbasnya.

Contohnya begini, motor tiba-tiba mati. Padahal sebelumnya bisa berjalan normal tanpa kendala. Setelah dicek dari sisi busi, tidak ditemukan percikan api. Asumsi pertama, busi mati. Digantilah dengan yang baru.

Beberapa waktu kemudian, motor berulah lagi. Ketika busi dibuka tidak mau menyalurkan bunga listrik. Lagi-lagi, busi jadi terduga bersalah. Sampai pada penggantian busi kali ke-3, dilakukan penelusuran lebih lanjut. Ternyata bukan busi yang jadi persoalan. Ada komponen kelistrikan yang menyalurkan arus ke busi, telah mengalami keausan dan sudah waktunya penggantian.

Sekelumit cerita itu pernah terjadi dan dialami sendiri oleh awak tim Otosia.com.

“Gini, jadi jangan salah persepsi ya. Busi itu sebetulnya kalau dari sisi mata mekanik ya, busi itu dianggap sebagai saksi mata sebetulnya. Jadi bukan, oh busi rusak harus ganti,” tutur Diko.

Busi Ikut Terdampak
Akan tetapi, harus disadari betul bila busi akan menjadi tumbal akibat kerusakan kendaraan. Umum terjadi ketika kompresi mesin bocor, setelan bahan bakar tidak pas, korsleting pada jalur pengapian dan pemasangan yang salah gampang membuat busi menemui ajal; minimal memangkas usia pakainya.

Diko meneruskan bila memang busi terbilang cukup baru, atau minimal terawat, bisa dijadikan acuan penyakit kendaraan. Lihat lagi, apakah ada anomali terjadi, misalkan kepala terlalu hitam, puth, merah atau ternyata sampai meleleh. Tanda-tanda itu bisa menentukan masalah dasar penyakit kendaraan.