Benarkah Lemak Babi Mengandung Banyak Nutrisi?

Lemak babi tergolong sebagai lemak sehat, bahkan menempati posisi kedua setelah minyak zaitun. Jika minyak zaitun terdiri dari 77 persen asam lemak tak jenuh tunggal, lemak babi memiliki lemak tak jenuh tunggal sebanyak 48 persen.

Asam lemak tak jenuh tunggal dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah dan menjaga kesehatan sel tubuh. Namun, tentunya tidak asal lemak babi ya, melainkan lemak babi yang sudah diproses. Yuk, simak selengkapnya di sini mengenai nutrisi pada lemak babi!

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Lemak Babi
Lard adalah istilah yang digunakan untuk menyebutkan lemak babi murni. Lard dibuat dengan cara rendering (proses pemurnian lemak). Setelah melewati proses rendering ini, lemak babi akan akan memiliki rasa yang ringan, mudah dimasak, dan sangat kaya akan nutrisi.

Lemak tidak selalu buruk. Justru, lemak adalah komponen penting dalam pola makan sehat. Misalnya, asam lemak bermanfaat untuk kekebalan hingga mendukung fungsi otak yang tepat.

Kuncinya adalah memilih lemak yang tepat. Lemak trans yang didapat dari makanan olahan adalah lemak yang tidak sehat. Sedangkan mengonsumsi lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda yang seimbang, serta lemak jenuh yang tidak diproses, dapat bermanfaat untuk kesehatan–lemak babi adalah salah satunya.

Lantas, apa saja manfaat nutrisi pada lemak babi?

  1. Tinggi vitamin D

Lemak babi adalah salah satu sumber vitamin D terbaik. Lemak babi dari babi yang dipelihara di padang rumput mengandung 1100 IU vitamin D per sendok makan. Perlu diketahui kalau tidak semua lemak babi memiliki kadar vitamin D yang sama. Faktor-faktor seperti pola makan yang dikonsumsi babi dan cara pemeliharaannya akan memengaruhi kepadatan nutrisi dari lemak babi.

  1. Sumber lemak yang baik untuk kesehatan jantung

Manfaat nutrisi sehat lainnya pada lemak babi adalah menjaga kesehatan jantung. Asam lemak tak jenuh tunggal dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah dan menjaga kesehatan sel. Konsumsi lemak tak jenuh tunggal utama dalam lemak babi juga terkait dengan penurunan risiko depresi.

  1. Lemak babi memiliki titik asap yang tinggi

Tidak seperti kebanyakan minyak nabati, yang tidak boleh digunakan untuk memasak dengan panas tinggi, lemak babi tidak akan teroksidasi pada suhu tinggi. Ini membuat lemak babi memiliki titik asap yang sangat tinggi yaitu 190 derajat Celsius. Itu berarti kamu dapat menggunakan lemak babi dengan aman, baik untuk menggoreng, menumis, dan memanggang, tanpa khawatir akan oksidasi.

  1. Lemak babi mengandung kolin

Lemak babi adalah sumber kolin yang baik–lagi-lagi tergantung bagaimana babi dibesarkan. Lemak babi dari babi organik mengandung kolin yang jauh lebih banyak daripada babi yang dibesarkan secara konvensional.

Kolin adalah nutrisi penting yang terkait dengan menurunkan risiko penyakit jantung dan alzheimer. Kolin membantu memindahkan kolesterol dan lipoprotein densitas sangat rendah dari hati. Kekurangan kolin dapat menyebabkan penumpukan lemak dan kolesterol.