Bronkitis, Penyakit Pernapasan yang Berisiko Komplikasi

Bronkitis adalah penyakit yang terjadi akibat adanya peradangan pada bronkus, yakni merupakan saluran utama pernapasan yang berguna untuk membawa udara dari dan menuju paru-paru. Tanda individu menderita bronkitis, yaitu kebiasaan batuk dengan lendir yang mengental dan dapat berubah warna.

Secara umum, bronkitis sendiri dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni bronkitis akut dan kronis. Berikut adalah masing-masing penjelasannya:

• Bronkitis akut, merupakan jenis peradangan sementara yang dapat membaik dalam seminggu hingga 10 hari. Namun, gejala batuknya sendiri dapat bertahan hingga 2 sampai 3 minggu. Bronkitis akut berisiko menyerang segala usia, tetapi kebanyakan terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun dan lebih sering terjadi saat musim dingin.
• Bronkitis kronis, merupakan jenis peradangan jangka panjang yang lebih serius. Iritasi atau peradangan terjadi selama 3 bulan dalam setahun dan setidaknya selama 2 tahun berturut-turut. Lazimnya, ini terjadi pada orang dewasa di atas usia 40 tahun. Bronkitis kronis sendiri dikenal sebagai salah satu kondisi yang termasuk dalam penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Penyebab Bronkitis

Untuk mencegah terkena penyakit bronkitis, tentu wajib bagi Kamu untuk mengetahui penyebabnya supaya bisa menghindari.

Penyebab bronkitis berbeda tergantung dengan jenis yang diderita oleh individu. Berikut adalah penjelasan penyebab bronkitis tergantung dengan jenisnya:

Bronkitis Akut
Untuk bronkitis akut sendiri umumnya diakibatkan oleh infeksi virus, yakni virus yang serupa dengan virus flu (influenza) atau pilek. Tidak hanya itu, bronkitis akut juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun, infeksi akibat bakteri memang lebih jarang terjadi.

Bronkitis Kronis
Penyebab bronkitis kronis seringkali disebabkan karena aktivitas merokok (aktif) ataupun paparan asap rokok (pasif) dalam jangka waktu yang lama. Di dalam rokok memiliki zat yang dapat merusak bulu kecil paru-paru atau yang dinamakan dengan rambut silia. Inilah yang membuat rokok jadi penyebab utama bronkitis kronis.

Selain itu, ada faktor risiko lain yang dapat menimbulkan dan memperparah kondisi bronkitis baik akut maupun kronis, antara lain polusi udara, debu, ataupun gas beracun di lingkungan. Risiko dapat meningkat apabila keluarga juga memiliki riwayat penyakit bronkitis, asma dan alergi, ataupun Refluks Gastroesofageal (GERD).

Cara Mengobati Bronkitis

Setiap jenis bronkitis memiliki cara pengobatan yang berbeda. Berikut adalah penjelasan cara mengobati bronkitis berdasarkan jenisnya:

Bronkitis Akut
Biasanya, bronkitis akut dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu melalui peningkatan asupan cairan untuk membantu mengencerkan lendir, makan makanan sehat, dan berolahraga ringan.

Namun, jika terdapat gejala yang sangat mengganggu, kamu bisa menggunakan obat-obatan untuk mengurangi peradangan, mencegah terbentuknya lendir, dan mengobati gejala batuk, demam ataupun nyeri pada tenggorokan. Selain itu, apabila bronkitis dikarenakan infeksi bakteri, dokter umumnya akan meresepkan antibiotik.

Bronkitis Kronis
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, bronkitis kronis termasuk sebagai penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang tidak dapat disembuhkan secara total. Pengobatan ataupun penanganan yang diberikan oleh dokter hanya bertujuan untuk mengontrol dan mengurangi berbagai gejala yang muncul.

Lazimnya, gejala bronkitis kronis ini akan diobati dengan menggunakan berbagai metode, mulai dari obat-obatan, terapi oksigen, rehabilitasi paru, pembedahan, ataupun perpaduan dari semua metode.

Bagi kamu yang sudah terdiagnosis dengan bronkitis kronis, usahakan untuk memiliki alat cek saturasi oksigen dirumah atau disebut dengan pulse oximetry agar dapat memonitor kadar oksigen di dalam darah.