Beranda Otomotif Head Unit Touchscreen Ternyata Tidak Aman

Head Unit Touchscreen Ternyata Tidak Aman

112
0
Head Unit Touchscreen Ternyata Tidak Aman
Head Unit Touchscreen Ternyata Tidak Aman

Banyak produksian mobil mangganti tombol layar infotainment di kabin mobil demi sistem infotainment dengan layar sentuh. Padahal hasil sutdi menyebut, tombol layar sentuh tidak aman saat berkendara.

Hampir semua mobil keluaran terbaru kini sudah dilengkapi dengan head unit layar sentuh (touchscreen) pada sistem infotainment mobil. Meski terkesan modern dan bisa memudahkan penumpang, rupanya perangkat dengan layar sentuh itu justru bisa menjadi sumber kecelakaan.

Melansir futurism.com, hasil penelitian dari majalah mobil di Swedia, Vi Bil├Ągare, menyatakan bahwa saat ini, bukti baru telah menunjukkan bahwa touchscreen tersebut lebih tidak aman dan efisien daripada alternatif jadul, dengan tombol fisik.

Selama musim panas, majalah tersebut melakukan pengujian touchscreen feature pada 12 model mobil. Sebelas mobil diantaranya dari kelas modern, dan satu mobil antik jenis Volvo 2005.

READ  Empat Komponen Penting Agar Aman dan Nyaman Mengemudi di Musim Hujan

Volvo tersebut masih dengan tombol berbentuk fisik, dan memungkinkan pengemudi dalam hal ini si penguji, sudah mengetahui seluk beluk kendaraan. Kalau boleh jujur Cintamobil.com pun punya pendapat yang sama mengenai penelitian menyoal touchscreen ini. Bahaya!

Tesnya sendiri sederhana, yakni pengemudi diinstruksikan untuk meluncur di landasan pacu kosong dengan kecepatan 68 mil atau 110 kilometer per jam. Selanjutnya pengemudi diberi waktu untuk menyelesaikan empat tugas infotainmen, yakni mulai dari menyesuaikan suhu AC hingga mengotak-atik saluran radio.

Majalah Vi Bil├Ągare menemukan bahwa Volvo 2005 jauh mengungguli mobil modern yang dilengkapi layar infotainment touchscreen. Hasilnya menunjukkan, pengemudi mampu menyelesaikan keempat tugas hanya dalam 10 detik dan menempuh jarak sekitar setengah kilometer. Sedangkan waktu yang dicapai di mobil modern yakni hampir 14 detik.

READ  Perkenalkan Subaru Rex, Daihatsu Rocky yang Diganti Logonya

Mengaihkan Perhatian Pengemudi

Hasil studi ini memang ukuran sampelnya kecil, dan dapat dianggap memprovokasi dalam implikasinya. Pemerhati keselamatan berkendara juga menyebut, bahwa 90 persen kecelakaan terjadi lantaran perhatian pengemudi teralihkan. Menurutnya touchscreen menjadi salah satu faktor yang membuat perhatian pengemudi teralihkan.

Terlebih perangkat itu dapat dihubungkan ke smartphone dan Internet yang artinya selain untuk mengakses peta digital global positioning system (GPS) juga bisa untuk berselancar di Instagram, Twitter, maupun sosial media lainnya.

Memang mobil modern dilengkapi dengan sistem tercanggih dan modern, mulai dari kamera 360 derajat hingga navigasi GPS canggih. Maka, harus ada strategi baru yang diterapkan untuk mengatasi masalah yang dapat timbul dari fitur touchscreen pada mobil.

READ  Begini Cara Mengatasi Rem Blong Dengan Mobil Ber-EPB

Tetapi ketika hal itu tidak efisien untuk digunakan, Maka, harus ada strategi baru yang diterapkan untuk mengatasi masalah yang dapat timbul dari fitur infotainment touchscreen pada mobil.

Tombol Fisik Lebih Aman

Tombol, kenop, dan sakelar tradisional yang memiliki sentuhan asli, memungkinkan pengemudi menemukan dan menyesuaikannya secara intuitif sambil tetap memperhatikan jalan.

Karena ketika pandangan pengemudi teralihkan selama 2,5 detik saja, untuk mengatur sistem di mobil dengan layar sentuh. Maka, ada banyak hal yang bisa terjadi, misalnya saja kendaraan di depan mengerem mendadak atau ada pejalan kaki yang tiba-tiba menyeberang.

Dengan tombol fisik di head unit, maka kontrol analog tersebut juga diposisikan secara permanen. Sedangkan layar sentuh mungkin memerlukan navigasi tambahan untuk menjangkau suatu fitur.