Ketahui Efek Samping Kuret dan Bahayanya

Kuret umumnya dijalani oleh wanita yang mengalami keguguran. Meski prosedur ini tergolong aman, efek samping kuret tetap perlu diantisipasi. Hal ini bertujuan untuk mencegah berbagai komplikasi yang mungkin terjadi akibat tindakan kuret.

Kuretase atau kuret merupakan prosedur medis untuk mengangkat sisa jaringan yang tertinggal di dalam rahim. Selain itu, dokter juga melakukan tindakan kuret untuk mencari penyebab perdarahan pada vagina dan mendiagnosis kondisi tertentu, seperti kanker rahim.

Berbagai Efek Samping Kuret

Jika dilakukan oleh dokter yang kompeten, kuret merupakan prosedur yang tergolong aman dan jarang menyebabkan komplikasi. Meski demikian, bukan berarti kuret tidak memiliki efek samping atau risiko sama sekali.

  1. Perforasi rahim

Perforasi rahim dapat terjadi jika alat bedah menusuk dan menyebabkan lubang di rahim. Hal ini lebih sering terjadi pada wanita yang baru pertama kali hamil atau sudah menopause. Jika luka pada rahim mengenai organ atau pembuluh darah, mungkin diperlukan langkah operasi untuk mengatasinya.

  1. Kerusakan leher rahim

Jika leher rahim atau serviks robek saat prosedur kuret dilakukan, dokter umumnya akan memberikan tekanan atau obat untuk menghentikan perdarahan. Selanjutnya, robekan akan ditutup dengan jahitan.

  1. Tumbuh jaringan parut pada dinding rahim

Terbentuknya jaringan parut di dalam rahim karena prosedur kuret disebut juga sindrom Asherman. Kondisi yang cukup jarang terjadi ini lebih berisiko dialami wanita jika kuret dilakukan setelah keguguran atau persalinan.

Tumbuhnya jaringan parut pada rahim dapat menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak normal, berhenti, atau disertai rasa sakit. Selain itu, kondisi ini juga bisa meningkatkan risiko keguguran di kehamilan selanjutnya. Umumnya, kondisi ini dapat ditangani dengan operasi.

  1. Infeksi rahim

Salah satu efek samping kuret yang dapat terjadi adalah infeksi rahim. Kondisi ini menimbulkan gejala demam, nyeri perut, keluar nanah atau darah dari vagina, serta keputihan dengan bau tidak sedap.

Untuk menanganinya, dokter biasanya akan memberikan antibiotik. Namun, pada kasus infeksi rahim yang parah, operasi perlu dilakukan.

  1. Perdarahan parah

Perdarahan parah akibat tindakan kuret sebenarnya tergolong jarang terjadi. Namun, kondisi ini dapat terjadi apabila tindakan kuret menyebabkan luka yang parah di dinding rahim atau jika memiliki gangguan pembekuan darah.