Ketahui Lebih Jauh Tentang Operasi Rahang

Operasi rahang adalah tindakan untuk memperbaiki kelainan posisi rahang dan gigi. Operasi ini sering dilakukan sebagai bagian dari operasi plastik untuk menyempurnakan penampilan wajah.

Secara umum, operasi rahang atau bedah ortognatik dilakukan dengan cara memotong tulang rahang dan mengubahnya ke posisi yang benar. Selanjutnya, alat khusus akan dipasang untuk menjaga agar tulang rahang tetap di posisinya.

Operasi rahang baru dapat dilakukan setelah rahang tumbuh sempurna, yaitu setelah usia 14 tahun pada wanita dan setelah 17 tahun pada pria.

Sebelum Operasi Rahang
Sebelum operasi rahang, dokter akan melakukan foto Rontgen pada area gigi dan rahang untuk melihat bentuk gigi dan rahang yang akan dioperasi. Selanjutnya, dokter gigi spesialis ortodontis dapat memasang kawat gigi pada pasien terlebih dahulu, yaitu sekitar 12–18 bulan sebelum operasi.

Perlu diketahui bahwa pemasangan kawat gigi ini tidak dapat memperbaiki bentuk rahang pasien, tetapi sebatas untuk meluruskan gigi sebelum operasi.

Prosedur Operasi Rahang
Prosedur operasi rahang dapat dilakukan di rahang bagian atas, bagian bawah, atau keduanya. Umumnya, operasi rahang berlangsung selama 2–5 jam, tergantung pada kondisi yang diperbaiki.

Selama tindakan di ruang operasi, pasien tidak akan merasakan apa pun karena akan diberikan bius total. Setelah bius bekerja dan pasien tertidur, dokter akan membuat sayatan di dalam mulut area rahang atas maupun rahang bawah.

Sayatan operasi tidak akan meninggalkan bekas luka di wajah, karena sayatan dibuat di bagian dalam mulut. Meski demikian, terkadang sayatan kecil perlu dibuat di bagian luar mulut.

Setelah Operasi Rahang
Lama pemulihan pasien setelah operasi berbeda-beda, tergantung pada usia dan kondisi kesehatan pasien. Namun, masa pemulihan umumnya dapat memakan waktu hingga 2–3 bulan setelah operasi. Berikut ini adalah hal-hal yang terjadi selama masa pemulihan, serta tindakan yang perlu dan tidak boleh dilakukan:

Masa pemulihan operasi rahang di rumah sakit
Setelah operasi selesai dilakukan dan efek obat bius hilang, pasien akan kembali sadar. Pasien akan merasakan kantuk, nyeri, serta kesemutan di sekitar mulut dan wajah.

Sensasi kesemutan muncul akibat efek samping obat bius yang melindungi saraf di sekitar rahang selama operasi. Selain itu, rahang yang dioperasi juga akan mengalami pembengkakan.

Pasien yang menjalani operasi rahang perlu menjalani rawat inap di rumah sakit selama 1–4 hari setelah operasi. Selama rawat inap, dokter akan melakukan pemantauan rutin pada kondisi pasien.

Masa pemulihan operasi rahang setelah pulang ke rumah
Setelah pulang dari rumah sakit, pasien diminta untuk lebih memperhatikan kebersihan gigi dan mulut. Pasien juga diminta untuk hanya mengonsumsi makanan yang lunak dan mudah ditelan.

Dokter juga akan memberikan obat pereda nyeri, serta meminta pasien untuk tidak merokok dan melakukan aktivitas berat setidaknya sampai 3 bulan setelah operasi.

Masa pemulihan setelah operasi rahang tergantung pada kondisi pasien. Pasien yang menjalani operasi rahang umumnya dapat menjalani aktivitas secara normal sekitar 1 bulan setelah operasi. Namun, pasien perlu kontrol rutin ke dokter setidaknya hingga 6 bulan setelah operasi.

Setelah operasi, kawat gigi dan retainer gigi akan tetap digunakan hingga beberapa tahun untuk menyempurnakan bentuk rahang dan menjaga agar posisi rahang tidak berubah.