Maag: Gangguan Pencernaan karena Gaya Hidup

Maag adalah gangguan pada lambung yang disebabkan oleh beragam kondisi. Mulai dari stres, tukak lambung, infeksi bakteri Helicobacter pylori, obat antiinflamasi non-steroid (NSAID), dan lain sebagainya. Gejala utama yang dirasakan oleh penderita, yaitu rasa tidak nyaman atau nyeri pada perut bagian atas.

Gangguan pencernaan satu ini merupakan salah satu permasalahan yang umum diderita. Bahkan, dilansir dari Medical News Today, penderita maag mencapai 30% dari populasi. Setiap penderita mengalami gejala yang bervariasi, tergantung dengan tingkat keparahannya. Ada yang ringan, sedang hingga kronis.

Pada dasarnya, maag memang bukan kondisi yang mematikan. Akan tetapi, jika diderita secara berkepanjangan akan memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Oleh karena itu, untuk menghindari maag, simak selengkapnya di bawah ini.

Maag yang bergejala ringan sebetulnya dapat reda dengan merubah pola gaya hidup lebih sehat. Namun, jika bergejala berat dan terjadi secara berkepanjangan, maka sangat diperlukan untuk melakukan pengobatan. Baik dalam bentuk obat ataupun terapi seperti meditasi, relaksasi, dan hipnoterapi.

Konsumsi obat maag juga tidak bisa sembarangan dilakukan. Hal ini bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan gejala. Berikut adalah obat yang biasanya dianjurkan oleh dokter:

Antasida

Antasida merupakan jenis obat yang tersedia secara bebas (OTC) dan berguna untuk menetralkan asam lambung. Contohnya adalah Antasida DOEN, Mylanta, Promag, Lambucid, dan Magasida.

Antagonis reseptor H-2

Jenis obat ini lebih efektif untuk mengurangi kadar asam lambung daripada antasida. Contohnya adalah ranitidine dan cimetidine.

Proton pump inhibitor (PPI)

Obat PPI mampu mengurangi asam lambung yang lebih kuat daripada antagonis reseptor H-2. Contohnya adalah Omeprazole, Lansoprazole (Lasgan), Pantoprazole, dan Dexlansoprazole.

Prokinetik

Prokinetik bermanfaat untuk membantu meningkatkan pergerakan makanan melalui perut. Contoh obat prokinetik sendiri adalah Metoklopramid.

Antibiotik

Obat antibiotik umumnya diresepkan oleh dokter ketika maag terjadi akibat infeksi Helicobacter pylori.

Antidepresan
Masalah sistem saraf pusat juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Maka dari itu, ada kemungkinan dokter juga memberikan obat antidepresan dengan dosis rendah untuk mengatasinya.