pembalut kain

Pembalut kain bisa menjadi pengganti pembalut sekali pakai saat datang bulan. Pembalut ini dinilai lebih sehat dan lebih ramah lingkungan daripada jenis pembalut lainnya. Namun, tetap saja, ada beberapa kekurangan produk ini yang perlu Anda ketahui sebelum menggunakannya.

Pembalut kain terbuat dari kain katun pada lapisan luarnya. Sementara itu, lapisan dalamnya yang digunakan untuk menyerap darah haid terbuat dari bahan sintetis, seperti poliester, poliamida, atau thermoplastic polyurethane (TPU). Ada juga pembalut kain organik yang terbuat dari 100% katun.

Pembalut kain tersedia dalam berbagai jenis, motif, dan ukuran, mulai dari pembalut tipis panty liner hingga pembalut yang digunakan pada malam hari. Cara menggunakannya sama seperti pembalut sekali pakai. Perbedaannya ialah pembalut kain memiliki kancing jepit di setiap sayapnya agar tidak bergeser.

Kelebihan Pembalut Kain

Sudah banyak wanita yang memilih menggunakan pembalut kain saat haid. Hal tersebut berkat beberapa kelebihan pembalut kain berikut ini:

1. Aman bagi kesehatan

Pembalut sekali pakai umumnya mengandung ftalat, paraben, bisfenol, triklobarban, dan pewangi tambahan. Paparan bahan kimia pembalut ini secara terus-menerus dapat menghambat kerja kelenjar endokrin, sehingga menyebabkan gangguan keseimbangan hormon.

Berbeda dengan pembalut sekali pakai, pembalut kain tidak parlay mengandung bahan kimia sehingga dinilai lebih aman untuk kesehatan. Selain itu, pembalut kain juga tidak membuat area organ intim menjadi lembap.

2. Terhindar dari iritasi kulit

Wewangian, gel, dan perekat pada pembalut sekali pakai bisa menyebabkan iritasi vagina yang ditandai dengan munculnya ruam, gatal, serta kemerahan. Selain itu, organ intim juga rentan teriritasi dan terluka akibat gesekan dari ujung pembalut sekali pakai.

Anda tidak perlu khawatir karena risiko tersebut bisa dihindari dengan menggunakan pembalut kain. Karena dibuat dari katun, permukaan pembalut kain terasa lebih halus dan risiko terjadinya iritasi bisa dihindari. Penggunaan pembalut kain juga dinilai lebih nyaman.

Baca Juga : 

Bulgur, Gandum Timur Tengah yang Punya Segudang Manfaat

Sindrom Nefrotik, Tanda Ginjal Tidak Berfungsi dengan Baik

3. Daya serap tinggi

Daya serap pembalut kain tak kalah banyak dibandingkan dengan pembalut sekali pakai. Pembalut kain bisa menampung hingga 16 mililiter darah haid dan diganti setiap 2–6 jam. Dengan menggunakan pembalut kain, Anda tidak perlu khawatir darah haid akan bocor.

4. Ramah lingkungan

Rata-rata wanita akan menggunakan 5.000–15.000 pembalut sekali pakai seumur hidupnya. Jumlah ini tentu sangat banyak dan limbahnya bisa merusak lingkungan. Pasalnya, diperlukan sekitar 500–800 tahun untuk mengurai pembalut sekali pakai, bahkan mungkin ada beberapa bahannya yang tidak bisa terurai.

Pembalut kain bisa menjadi alternatif produk yang ramah lingkungan karena dapat digunakan ulang selama bertahun-tahun atau kurang lebih sebanyak 60 kali.

5. Lebih hemat

Karena dapat dicuci dan dipakai berkali-kali, pembalut kain dinilai lebih hemat daripada pembalut sekali pakai. Jadi, uang yang Anda keluarkan untuk keperluan saat haid bisa berkurang.

Kekurangan Pembalut Kain

Pembalut kain memang punya banyak keunggulan, tetapi produk ini tetap memiliki kelemahan. Berikut ini adalah beberapa kekurangan pembalut kain:

Tidak praktis

Tidak sedikit wanita yang berpikir dua kali untuk menggunakan pembalut kain karena dianggap tidak praktis. Ketika melakukan perjalanan jauh dengan kondisi toilet yang tidak memadai, menggunakan pembalut kain tentu bisa merepotkan.

Noda pada pembalut

Jika Anda tidak mencuci pembalut kain dengan baik, mungkin saja akan muncul noda yang tidak bisa hilang. Noda juga dapat muncul saat pembalut kain sudah digunakan dalam waktu yang lama.

Agar tetap higienis dan tidak muninggalkan noda, terapkanlah cara merawat dan mencuci pembalut kain sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasannya. Merawat dan mencuci pembalut kain umumnya bisa dilakukan dengan menerapkan cara berikut ini:

  • Rendam pembalut kain dalam wadah berisi air sampai airnya keruh.
  • Cuci pembalut kain seperti Anda mencuci baju, bahkan pembalut kain umumnya aman dicuci dengan mesin cuci.
  • Gunakan hidrogen peroksida untuk mengangkat noda-noda pada pembalut kain.
  • Hindari menggunakan pemutih pakaian, seperti klorin atau cairan alkali, untuk menghilangkan noda.
  • Gunakan pembalut kain setelah dikeringkan.

Baca Juga :
Ini Cara Jaga Daya Tahan Tubuh di Kala Polusi Udara Tinggi dan Cuaca Panas

Itulah kelebihan dan kekurangan pembalut kain yang bisa Anda pertimbangkan. Pastikan juga Anda rutin mengganti pembalut kain jika sudah terlalu lama digunakan dan terlihat sudah tidak layak pakai. Selain pembalut kain, menstrual cup juga bisa dijadikan alternatif sebagai pembalut ramah lingkungan.

Pada dasarnya, semua jenis pembalut sama baiknya dan masing-masing memiliki kelebihan serta kekurangannya. Untuk mengetahui jenis pembalut yang paling sesuai bagi Anda, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter.