Perhatikan Ini Saat Mobil Terdampak Abu Vulkanik Letusan Gunung Berapi

Kondisi alam Indonesia membuat masyarakat memahami beragam resiko yang dapat terjadi di kehidupan sehari-hari. Terbaru, erupsi gunung Semeru mempengaruhi kehidupan keseharian masyarakat di sekitarnya termasuk soal hujan abu vulkanik.

Bagi sebagian masyarakat yang tinggal di sekitar gunung berapi, kondisi ini menjadi salah satu siklus alam yang dapat terjadi kapan saja. Namun bagi pemilik kendaraan bisa berbeda cerita. Abu vulkanik dapat membawa buruk pada mobil karena memiliki kandungan pasir kuarsa yang tinggi dan bersifat asam. Debu yang halus juga punya tingkat ketajaman tinggi seperti pecahan kaca dan memicu karat.

Bagaimana tips menghadapi abu vulkanik jika sewaktu-waktu terkena dampak letusan gunung berapi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.

Pertama pada kaca mobil. Jangan menyeka abu vulkanik yang menempel di kaca mobil dengan wiper karena berpotensi akan menggores kaca. Semprot kaca dengan air pembersih wiper sebelum menyekanya. Lebih aman dengan menyiram kaca mobil menggunakan air mengalir atau air kemasan jika dalam kondisi darurat. pastikan sudah tidak ada abu yang menempel dan lanjut diseka dengan kain lap.

Perhatian berikutnya pada bodi mobil. Pemilik perlu berhati hati karena abu vulkanik biasanya bersifat korosif. Apalagi jika di bodi mobil ada kerusakan bekas kecelakaan. Langkah terbaik adalah dengan segera membilas bodi mobil menggunakan air mengalir setelah dipakai. Setelah bersih, gunakan kain lap kering dan pastikan bersih sempurna.

Langkah selanjutnya adalah memperhatikan filter udara pada mesin. Bagian ini seperti hidung manusia. Filter udara menyaring udara yang masuk ke ruang mesin. Abu vulkanik dapat merusak mesin jika berhasil lolos dari filter udara yang sudah tidak optimal. Jangan ragu mengganti filter udara jika terlalu kotor.

Berikutnya adalah soal AC mobil. Jangan membuka kaca mobil saat melintasi kawasan yang terdampak abu vulkanik. Debu akan masuk ke dalam sirkulasi AC mobil dan bisa menyumbat hingga akhirnya merusak perangkat AC. Semakin berbahaya ketika udara AC yang terkontaminasi terhirup penumpang mobil. Periksa dan ganti filter kabin AC untuk memastikan udara yang masuk ke dalam sirkulasi AC mobil tetap bersih.

Abu vulkanis juga dapat menempel di piringan rem dan menimbulkan masalah ketika kampas rem menekan piringan. Permukaan cakram rem akan tergores. Situasinya sama ketika abu berhasil masuk ke dalam tromol rem. Gesekan dengan kampas rem akan membuat permukaan tromol rem tergores dan menurunkan performanya. Paling parah rem bisa macet dan rusak yang memicu kecelakaan jika rem gagal berfungsi.

Jangan lupa dengan cairan pada mobil. Meski tertutup rapat, tetap ada potensi abu vulkanis berhasil menyusup ke dalam wadah dari perangkat mobil yang mengandalkan cairan untuk bekerja, seperti minyak rem atau air radiator. Begitu tercampur, formula kimia di dalam cairan berpotensi rusak dan membuat tidak bisa bekerja optimal.

Komponen lain dari mobil yang bisa terkena masalah akibat abu vulkanik adalah sensor-sensor yang sensitif kotoran dan akan mengganggu kinerja kontrol elektronik mobil. Bahkan bisa membuat komponen mobil malfungsi. Seperti sensor pada sistem pengereman mobil yang rusak dan membuat fitur ABS tidak dapat bekerja dengan baik.

“Abu vulkanik gunung berapi bisa menimbulkan efek negatif pada komponen mobil karena mengandung pasir kuarsa yang tajam dan bersifat asam yang korosif. Anda pengguna Toyota segera lakukan servis berkala kendaraan yang terkena abu vulkanik untuk mencegah kerusakan dan potensi masalah seperti kecelakaan akibat malfungsi komponen penting mobil. Segera kunjungi website Auto2000.co.id dan manfaatkan promo seperti Promo Servicetival Digiroom sekarang,” jelas Nur Imansyah Tara, Aftersales Business Division Head Auto2000, dalam keterangannya.