PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menyokong daya kerja. Di tahun ini, perusahaan membidik penambahan kapasitas sebesar 55 Mega Watt (MW).

Ini diungkapkan Direktur Operasi PGE Ahmad Yani saat bersua media. “Kami membidik penambahan kapasitas sebesar 55 MW di akhir tahun, yang akan didorong dengan pembangkit Lumut Balai Unit 2,” kata Ahmad Yani di Jakarta, Rabu (8/5/2024).

Dia mengatakan, perusahaan menyokong pertumbuhan produksi via de-bottlenecking utilisasi fasilitas Ulubelu, peningkatan kapasitas zona Lahendong dan Ulubelu, serta proyek perawatan besar-besaran menuju kuartal II 2024.

Ditegaskan, PGE secara tetap juga terus menjalankan ekspansi untuk menambah kapasitas pembangkitan sebesar 340 MW untuk dua tahun ke depan.

Upaya menempuh sasaran itu, PGE terus memaksimalkan berjenis-jenis proyek panas bumi seperti ekstensi Hululais, Seulawah, Way Ratai, dan Kotamobagu.

Ahmad Yani menambahkan, bisnis geotermal juga memiliki potensi pendapatan sbobet tambahan dari non-kelistrikan yang cukup signifikan.

Untuk itu, PGE tahun ini akan memaksimalkan sumber pendapatan baru (new revenue stream) via tiga bisnis turunan, ialah PGE Solution, Flow2Max, dan PGE Labs yang menyediakan solusi teknologi sebagai upaya penyiapan ekosistem industri panas bumi nasional.

Dia ikut serta menggarisbawahi posisi Indonesia sebagai produsen energi geotermal kedua terbesar di dunia. Di mana, kapasitas produksi PGE di lima kawasan kerja kunci, ialah Kamojang, Lahendong, Ulubelu, Lumut Balai, dan Karaha, menampilkan pertumbuhan yang kuat.

Secara garis besar, daya kerja produksi pada kuartal I 2024 menempuh 1.208 GWh, mengalami peningkatan sebesar 2,6% year-on-year dari periode yang sama pada 2023.

Kinerja

Disokong oleh daya kerja keuangan yang positif di kuartal I 2024, dengan pendapatan, laba, dan produksi listrik yang melampaui sasaran, PGE bersepakat untuk memaksimalkan sumber energi panas bumi sebagai tulang punggung transisi energi nasional.

PGE pada kuartal pertama 2024 mencatatkan pendapatan USD103,32 juta dan laba bersih USD47,49 juta. Realisasi pendapatan lebih tinggi 4,1% dari sasaran pendapatan year to date yang dipatok dalam Rencana Kinerja dan Anggaran Perusahaan 2024.

Pada triwulan pertama 2024 ini, PGE juga mampu menjaga margin laba bersih di tingkat yang masih amat tinggi ialah 46%, mempertahankan tren profitabilitas yang tinggi selama ini.

Direktur Utama PGE Julfi Hadi menyatakan, daya kerja yang kuat di kuartal I 2024 memantapkan fondasi PGE untuk terus menggarap energi panas bumi di Indonesia yang memiliki sumber energi amat besar.

Julfi Hadi menyebut bahwa 14 lapangan panas bumi (13 kawasan kerja panas bumi dan 1 kawasan kerja penugasan) yang dikelola PGE di Indonesia diperkirakan memiliki sumber energi (reserve) sampai 3 GW yang sebagian besar terletak di Jawa dan Sumatera sebagai sentra aktivitas utama ekonomi Indonesia.

“Kita punya sumber energi panas bumi sampai 3 GW yang dapat saya katakan sebagai sumber energi terbaik,” kata Julfi Hadi terhadap media dalam acara Media Briefing Kinerja Keuangan Q1 2024 bertajuk ‘Kinerja Kuat yang Disokong oleh Optimalisasi Operasi’ di Jakarta, Rabu (8/5/2024).

“Dengan sumber energi yang semacam itu besar, cuma panas bumi yang dapat menggantikan bahan bakar fosil. Transisi energi menuju energi terbarukan sulit dijalankan tanpa geotermal sebagai satu-satunya energi terbarukan yang menjadi pembangkit base-load,” lanjut Julfi Hadi.