Microsoft: Ancaman Serangan Siber Juga Intai Ajang Olahraga

Arena dan ajang olahraga, dilaporkan ternyata tak lepas dari ancaman serangan siber. Hal ini seperti terungkap dalam laporan Microsoft yang bertajuk Cyber Signals edisi ke-5.

Laporan ini dipelajari berdasarkan pembelajaran yang diperoleh ketika memberikan dukungan keamanan siber bagi sejumlah fasilitas infrastruktur penting selama Qatar menjadi tuan rumah FIFA World Cup 2022.

“Ancaman keamanan outbackadventuresdr.com siber terhadap perhelatan dan arena berskala besar sangat beragam dan kompleks,” kata Vasu Jakkal, Corporate Vice President, Security, Compliance, Identity, and Management Microsoft.

Melalui siaran persnya, seperti dikutip Jumat (11/8/2023), ancaman ini membutuhkan kewaspadaan dan kolaborasi yang konstan di antara para pemangku kepentingan untuk mencegah dan memitigasi eskalasi yang mungkin terjadi.

Menurut Jakkal, dengan nilai pasar olahraga global mencapai lebih dari USD 600 miliar, tim olahraga, penyelenggara liga utama, asosiasi olahraga global, serta pengunjung menyimpan banyak informasi berharga.

Informasi berharga inilah yang mencari incaran para penjahat siber, dalam ajang-ajang olahraga.

Baca Juga : 

Ingin Suntik Infus Vitamin C? Ini 9 Manfaatnya bagi Tubuh

Hal-Hal yang Harus Dihindari saat Mengidap Pulpitis

Jakkal menyebut, sistem teknologi informasi di tempat acara dan arena dipenuhi ratusan kerentanan baik yang diketahui maupun yang tidak diketahui.

Ini memungkinkan pelaku ancaman siber menargetkan layanan bisnis penting seperti titik penjualan, infrastruktur TI, dan perangkat pengunjung.

Bahkan, tim olahraga, pelatih, dan atlet juga rentan mengalami kehilangan data terkait performa atletik, keunggulan kompetitif, dan informasi pribadi mereka.

Informasi identitas pribadi pengunjung ajang olahraga juga dapat menjadi target melalui fasilitas digital acara yang rentan, misalnya melalui penggunaan aplikasi seluler pendamping, hotspot Wi-Fi, dan kode QR dengan URL berbahaya.

Tingkat Kerentanan Siber yang Berbeda

Dalam FIFA World Cup 2022, Microsoft menganalisis lebih dari 634,4 juta upaya otentikasi, seraya memberikan pertahanan keamanan siber untuk fasilitas dan organisasi di Qatar sepanjang November dan Desember 2022.

Menurut perusahaan, acara olahraga dan hiburan umumnya memiliki tingkat risiko dan kerentanan siber yang berbeda dari situasi lain. Hal ini karena beberapa kejadian terjadi secara cepat dan bersamaan.

Sebagai contoh, mitra dan vendor baru yang memperoleh akses ke jaringan enterprise di mana akses tersebut dianggap hanya bersifat sementara.

Dengan demikian, akses yang dimaksud seringkali tidak dirancang untuk dievaluasi dan disempurnakan secara berkelanjutan pada postur keamanan perusahaan.

Selain melakukan pra-perencanaan untuk mendukung kebutuhan keamanan, pengelola venue juga perlu mempertimbangkan risiko privasi yang terkait infrastruktur siber sementara, ad-hoc, maupun permanen yang digunakan.

“Maksudnya, memahami dan menyadari konfigurasi tertentu yang diperlukan untuk mendukung acara tersebut bisa jadi berpotensi menambah risiko atau kerentanan,” kata Jakkal.

Yang Harus Dilakukan untuk Melindungi Keamanan Siber