sejarah toyota

Seperti di tahun-tahun sebelumnya, Toyota kembali hadir pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 di Kemayoran, Jakarta Pusat. Produsen asal Tokyo ini menyapa penggemar otomotif dengan kejutan promo, doorprize, dan produk baru yang tentu saja menyita perhatian pengunjung.

Toyota merupakan merek dengan penjualan tertinggi di dunia dalam dua tahun terakhir. Pun demikian di Indonesia, selalu memimpin pasar dengan penjualan terbanyak.

Toyota Motor Corporation di Jepang pada awal tahun ini mengabarkan bahwa pucuk pimpinan saat ini, Akio Toyoda, akan mengundurkan diri mulai 1 April 2023. Posisi cucu pendiri Toyota itu akan digantikan oleh Koji Sato yang saat menjabat sebagai Presiden Lexus International. Sato diyaikini dapat mempercepat akselerasi kendaraan listrik di Toyota di masa mendatang.

Sejarah Berdirinya Toyota

Menurut situs resmi Gaikindo, bagi masyarakat Jepang, Sakichi Toyoda servethiswiththat.com layaknya seorang Thomas Alva Edison yang mampu membawa industri tekstil di Jepang menjadi terang benderang. Dia menciptakan mesin jahit pada awal 1900-an untuk mempermudah kerja buruh tenun. Sehingga menambah efisiensi dan kapasitas produksi kain kala itu.

Kegigihan dan etos kerja tinggi Toyoda secara langsung diturunkan kepada putra tertuanya Kiichiro Toyoda. Pasca menuntaskan pendidikan di perguruan tinggi, Kiichiro ikut membangun perusahaan milik keluarga bernama Toyoda Automatic Loom Works Ltd, lalu berganti menjadi Toyota Industries Corporation.

Sebelum Sakichi meninggal dunia, dia berpesan kepada Kiichiro untuk melanjutkan bisnis yang sudah berjalan. Sayangnya, alih-alih mengembangkan mesin jahit canggih, Kiichiro justru berpindah haluan ke industri otomotif. Padahal, pada saat itu keputusan yang diambilnya dianggap penuh risiko oleh sejumlah pihak. Penyebabnya karena belum banyak perusahaan Jepang yang terjun ke produksi kendaraan.

Baca Juga : Sejarah Mecedes Benz Dalam Dunia Otomotif Dan Menjadi Raksasa Otomotif

Rencana Kiichiro untuk membuat mobil mendapatkan dukungan dari pemerintah Jepang. Alhasil, ia berhijrah ke Eropa dan Amerika Serikat pada 1929 untuk mempelajari seluk beluk bisnis otomotif. Tak terhitung jumlahnya, dia keluar masuk pabrik di Detroit (Chevrolet dan Ford) untuk mencermati setiap sudut mobil.

Usai berkelana ke berbagai perusahaan, Kiichiro muda kembali pulang ke tanah kelahirannya. Pada 1935, mobil bernama Model A1 sukses tercipta yang bisa diotak-atik dengan suku cadang sedan-sedan asal Amerika Serikat. Tak lama berselang tepatnya pada 28 Agustus 1937, Toyota Motor Company selaku anak perusahaan Toyoda Automatic Loom Works resmi berdiri.

Sejarah Toyota di Indonesia

Popularitas perusahaan Kiichiro semakin melonjak ketika mendapatkan pesanan kendaraan militer. Mereka membuat mobil di Pulau Honshu. Di tempat yang sama, cikal bakal Toyota Land Cruiser diproduksi. Sejak 1996, Toyota mengakuisisi bus dan truk besar, seperti Nippon Denso, Hino, dan Daihatsu Motor Company.

Sementara di Indonesia, 100 unit Toyota Land Cruiser FJ Series mulai masuk pada 1961. Saat itu, Kementerian Transmigrasi, Koperasi, dan Pembangunan Masyarakat Desa berencana untuk menyebarkannya hingga ke pelosok negeri. Tak hanya itu, beberapa unit Toyota Tiara juga didatangkan langsung dari Jepang melalui Nasmoco Group yang dibangun oleh AH Budi.

Pendirian Toyota di Indonesia besar pengaruhnya akibat nasionalisasi perusahaan Belanda pasca Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949. Pabrik tersebut diambil alih Astra sejak tahun 1970-an untuk merakit truk Chevrolet. Beberapa tahun kemudian, pemerintah menerbitkan regulasi Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) yang disambut baik oleh Astra sebagai pemilik PT Toyota Astra Motor (TAM).

Pada akhirnya, seluruh perusahaan di bawah naungan Astra berubah menjadi pabrikan produksi mobil Toyota bernama Gaya Motor (GM). Mobil Toyota yang dirakit di Indonesia dan dijual pertama kali adalah Toyota Corolla generasi kedua pada 1970.